Forum Desa Jadi Ruang Sinkronisasi Investasi, Pemkab Luwu dan PT Masmindo Dwi Area Perkuat Komitmen Pembangunan

Berita, Daerah6 Dilihat

JALURTENGAH.COM, LUWU – Forum Desa yang digelar di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu tidak hanya menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga ruang sinkronisasi antara kepentingan pembangunan daerah dan investasi.

Memasuki tahap realisasi, hasil Forum Desa yang melibatkan 21 desa di empat kecamatan mulai diwujudkan melalui berbagai program yang diserahkan secara simbolis di Rumah Jabatan Bupati Luwu, 4 Maret 2026.

>

Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menegaskan bahwa kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Luwu merupakan bagian dari komitmen investasi jangka panjang perusahaan.

“Kami hadir di Luwu dengan komitmen untuk tumbuh bersama. Investasi harus berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dirancang secara berkelanjutan dalam kerangka lima tahun ke depan.

Sementara itu, Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali, menyampaikan bahwa pihaknya berperan dalam memfasilitasi berbagai isu sosial yang muncul antara masyarakat dan perusahaan.

“DPRD menjalankan fungsi fasilitasi agar investasi dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dari sisi keamanan dan stabilitas, unsur Forkopimda juga menyatakan komitmennya dalam menjaga situasi kondusif di wilayah Luwu. Kepolisian Negara Republik Indonesia dan TNI melalui jajaran Kodim 1403/Palopo menegaskan kesiapan mereka dalam mengawal jalannya pembangunan dan investasi.

Bupati Luwu, Patahudding, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim investasi yang sehat di daerah.

Menurutnya, keberlanjutan investasi sangat bergantung pada dukungan masyarakat serta stabilitas wilayah yang terjaga.

Forum Desa sendiri akan terus dilanjutkan sebagai wadah komunikasi dan evaluasi bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Melalui pendekatan ini, diharapkan pembangunan di wilayah operasional dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *