JALURTENGAH.COM, LUWU – Dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) PPDI Kabupaten Luwu, Bupati Luwu, Patahudding, turut memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah yang berfokus pada penguatan ekonomi desa, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta sektor pertanian.
Salah satu program yang disorot adalah program bioproduksi (biopro) dari kementerian yang menargetkan 100 desa di Kabupaten Luwu. Namun hingga saat ini, baru sekitar 20 desa yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut.
Padahal, program ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa, dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp700 juta per desa yang dikelola melalui koperasi desa merah putih.
“Kita ingin melihat desa bergerak dan roda ekonominya berputar. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dan respons aktif dari seluruh perangkat desa,” tegas Patahudding.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Luwu telah menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) prioritas. Melalui program ini, masyarakat cukup menggunakan KTP dan Kartu Keluarga untuk mendapatkan layanan kesehatan, sehingga akses terhadap pelayanan menjadi lebih mudah dan cepat.
Sementara itu, di bidang pendidikan, meskipun terjadi penurunan anggaran dari Rp64 miliar menjadi Rp5 miliar, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk merealisasikan program bantuan seragam sekolah gratis lengkap dengan tas dan sepatu bagi siswa.
Pada sektor pelayanan publik, Bupati mengungkapkan bahwa Mall Pelayanan Publik (MPP) telah hadir di wilayah Walmas. Bahkan, masyarakat di Kecamatan Walenrang Barat kini sudah dapat mencetak KTP tanpa harus datang ke ibu kota kabupaten di Belopa.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan sektor pertanian melalui dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan bibit kakao sebanyak 8 juta pohon serta bibit pala untuk lahan seluas 500 hektare. Meski demikian, masih terdapat kekurangan lahan sekitar 1.000 hektare yang perlu dipenuhi.
Tak hanya itu, Bupati juga memperkenalkan program kebersihan bertajuk “ASRI” yang akan disertai dengan lomba kebersihan antar wilayah, dengan hadiah berupa bantuan keuangan sebagai bentuk stimulus.
Program lainnya yang tak kalah menarik adalah pemberangkatan umrah bagi 50 imam desa. Program ini akan diberikan kepada imam yang dinilai aktif dalam membina jamaah, khususnya dalam pelaksanaan salat subuh berjamaah.
Dengan berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap peran aktif perangkat desa dapat semakin ditingkatkan dalam mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah.







