Pemkab Luwu Terima Kunjungan Pusat Bahas Pengelolaan Lanskap Terpadu dan Penguatan Komoditas Kakao

Berita, Daerah421 Dilihat

JALURTENGAH.COM, LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu menerima kunjungan lapangan dan dialog multipihak terkait Pengelolaan Lanskap Terpadu (Integrated Landscape Management/ILM) yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pejabat dari pemerintah pusat, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Sekretaris Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Nandang Prihadi, serta Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri.

>

Bupati Luwu, Patahudding, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu merupakan salah satu daerah sentra kakao di Sulawesi Selatan yang pernah mencapai masa kejayaan dan menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui bahwa sektor kakao saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penurunan produktivitas, serangan penyakit tanaman, hingga belum optimalnya pengolahan hasil di tingkat lokal.

Karena itu, Bupati berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah pusat untuk mengembalikan kejayaan kakao di Luwu melalui bantuan bibit unggul, penanganan penyakit tanaman, serta penguatan hilirisasi agar produk kakao memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat untuk mengembalikan kejayaan kakao, sehingga kembali menjadi andalan ekonomi masyarakat,” ujar Patahudding.

Selain kakao, ia juga menyoroti potensi produksi padi di Kabupaten Luwu yang cukup tinggi. Namun, belum tersedianya fasilitas pengolahan yang memadai menyebabkan sebagian besar gabah harus dijual ke luar daerah.

Hal ini berdampak pada rendahnya nilai tambah yang diterima petani di tingkat lokal. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong adanya penguatan sektor hilirisasi dan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Kami berharap ada dukungan penguatan hilirisasi dan infrastruktur, agar hasil pertanian masyarakat dapat memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan kawasan hulu sungai melalui pengembangan tanaman buah sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *