Pemerintah Pusat Dorong Pendekatan ILM, Tekankan Kolaborasi dan Keberlanjutan Lingkungan

Berita, Daerah463 Dilihat

JALURTENGAH.COM, LUWU – Dalam dialog multipihak terkait Pengelolaan Lanskap Terpadu (Integrated Landscape Management/ILM) di Kabupaten Luwu, pemerintah pusat menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, 24/04/2026.

Deputi Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menjelaskan bahwa pendekatan ILM menjadi kunci dalam mengintegrasikan berbagai sektor, baik pertanian, kehutanan, maupun lingkungan hidup, agar mampu berjalan selaras antara peningkatan produktivitas dan pelestarian alam.

>

“Pendekatan lanskap terpadu memungkinkan pengelolaan darat dan laut secara terintegrasi, sehingga dapat mendorong produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program ILM sangat bergantung pada kolaborasi multipihak. Ia menekankan perlunya keterlibatan aktif dari pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat.

“Sinergi semua pihak sangat penting agar komoditas unggulan seperti kakao dapat kembali berjaya dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Nandang Prihadi, mengingatkan bahwa keberlanjutan produksi sangat ditentukan oleh kondisi ekosistem, khususnya di wilayah hulu. Ia mendorong penerapan skema perhutanan sosial sebagai solusi untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, turut menambahkan bahwa peningkatan daya saing komoditas perkebunan, termasuk kakao, harus didukung oleh penguatan kapasitas petani, penyuluhan, serta penerapan sistem ketelusuran produk.

Usai sesi dialog, rombongan melanjutkan kegiatan dengan kunjungan lapangan ke Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat. Dalam kunjungan tersebut dilakukan penyerahan bantuan bibit kakao kepada masyarakat, yang dilanjutkan dengan penanaman bibit kakao secara simbolis.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan komoditas kakao sekaligus memperkuat implementasi pendekatan lanskap terpadu di Kabupaten Luwu, guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *