Sekolah Gratis dan Modern Segera Hadir di Luwu, Dukung Program Nasional Prabowo Subianto

Uncategorized37 Dilihat

Jalurtengah.com– Bupati Luwu H. Patahuddin menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional Sekolah Nasional Terintegrasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Patahuddin menyampaikan jika Pemerintah Kabupaten Luwu  telah menyiapkan lokasi pembangunan sekolah tersebut di Kecamatan Larompong Selatan. 

>

“Lokasinya sudah ada yang diusulkan di Kecamatan Larompong Selatan, Proyek ini direncanakan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp250 miliar untuk satu unit sekolah” ucap Patahuddin di hadapan media usai buka puasa bersama beberapa waktu lalu di Rujab Bupati Luwu.

Program Sekolah Terintegrasi sendiri merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk menjawab dua persoalan utama pendidikan, yakni rendahnya mutu dan ketimpangan antarwilayah. Arahan ini ditegaskan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah pada 3 Februari 2026 sebagai mandat nasional untuk menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdaya saing global.

Dalam implementasinya, Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK dalam satu kawasan. Sekolah ini dilengkapi sarana dan prasarana modern, termasuk laboratorium berstandar tinggi serta fasilitas olahraga seperti lebih dari satu lapangan sepak bola.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi Kaddiraja, menjelaskan bahwa sekolah ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan bakat siswa secara menyeluruh.

“Sekolah ini akan menjadi pusat pembinaan siswa, baik yang memiliki bakat akademik maupun non-akademik, seperti bidang sains, teknologi, olahraga, dan seni,” ujarnya, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 1 April 2026.

Selain itu, konsep pembelajaran yang diterapkan mengusung pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Sports) yang dipadukan dengan kurikulum nasional dan pengayaan internasional. Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib, sementara bahasa asing lain seperti Mandarin, Jepang, Arab, dan Prancis menjadi pilihan.

Sekolah ini juga akan dilengkapi dengan area pelatihan pertanian dan peternakan sebagai bagian dari pendidikan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan potensi wilayah. Program ini secara khusus menyasar masyarakat menengah ke bawah, guna membuka akses pendidikan berkualitas secara merata.

Menariknya, seluruh layanan pendidikan dalam Sekolah Nasional Terintegrasi direncanakan gratis bagi peserta didik. Dengan konsep ini, pemerintah berharap dapat menekan angka putus sekolah sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Luwu, pemerintah optimistis mampu menciptakan pusat pendidikan unggulan di tingkat daerah, sekaligus menjadi model transformasi pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *