Pemkab Luwu dan MDA Hadirkan Program Jaga Desa untuk 21 Desa Wilayah Operasional

Berita, Daerah29 Dilihat

JALURTENGAH.COM, LUWU – Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., secara resmi meluncurkan Program Jaga Desa dalam kegiatan Penguatan FORDES Matappa dan Program Jaga Desa yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA), Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Pokja Percepatan Investasi, para Camat, Lurah dan kepala desa, Ketua dan pengurus FORDES Matappa dari 21 desa wilayah operasional, akademisi, calon peserta pelatihan vokasi Disnaker, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa pada jalur mobilisasi pertambangan.

Peluncuran Program Jaga Desa menjadi bagian dari upaya memperkuat FORDES Matappa yang sejak November 2025 telah menjadi wadah aspirasi masyarakat desa dalam menyampaikan kebutuhan, harapan, dan usulan pembangunan secara lebih terstruktur. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat berhasil dihimpun dan mulai ditindaklanjuti bersama oleh Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA.

Program Jaga Desa merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES Matappa. Program ini dijalankan melalui tiga pilar utama, yaitu Jaga Stabilitas Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa.

Pada pilar Jaga Stabilitas Desa, program difokuskan pada penguatan FORDES Matappa sebagai wadah aspirasi masyarakat, pelaksanaan Sirampun atau rembug warga secara berkala, pembentukan Pos Pemantauan Terpadu, program padat karya, penanaman pohon, serta penguatan peran Kader Jaga Mobilisasi di desa-desa wilayah operasional.

Sementara itu, pada pilar Jaga Masa Depan Desa, MDA bersama Pemerintah Kabupaten Luwu akan memulai program pelatihan vokasi bagi 90 pemuda dan pemudi dari 21 desa. Program yang dimulai pada 8 Juni 2026 tersebut mencakup lima bidang pelatihan, yaitu Teknisi AC, Mekanik Otomotif, Teknisi Listrik, Asisten Cook, dan Housekeeping.

Pilar Jaga Masa Depan Desa dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, program magang, serta pendampingan usaha dan pemberdayaan UMKM.

Pada pilar Jaga Keselamatan Desa, MDA kembali menggandeng Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (Puspena) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu untuk memperkuat Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) melalui pelatihan kebencanaan, simulasi rutin, penguatan posko tanggap bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi risiko bencana.

Bupati Luwu, H. Patahudding, mengatakan, “FORDES Matappa telah menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar lahirnya program-program yang bermanfaat bagi desa. Karena itu saya mendukung penguatan forum ini agar perannya semakin besar dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi ini. Mari kita kawal bersama Program Jaga Desa dan kita dukung investasi yang sedang berjalan agar segera beroperasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding.

Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, mengatakan Program Jaga Desa menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperbaiki pendekatan dalam menyusun dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

“Jika sebelumnya banyak program dirancang dari perspektif perusahaan lalu dibawa ke masyarakat, hari ini kami berupaya membalik pendekatan tersebut. Kami memulai dari aspirasi masyarakat terlebih dahulu, kemudian bersama-sama menerjemahkannya menjadi program yang dapat dijalankan.

FORDES Matappa membantu kami lebih banyak mendengar sebelum bertindak, memahami lebih dalam sebelum memutuskan, dan menyusun program berdasarkan kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat desa. Program Jaga Desa lahir dari proses itu. Ini bukan program yang disusun perusahaan untuk masyarakat, melainkan program yang tumbuh dari aspirasi masyarakat dan kemudian didukung bersama oleh Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA,” kata Trisakti.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Muhandas Ulimen, menegaskan bahwa keberhasilan FORDES Matappa dan Program Jaga Desa sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak untuk membangun sinergi dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama.

“Kepentingan umum harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun individu. Kejaksaan siap mengawal dari sisi penegakan hukum dan kepastian hukum guna memastikan investasi di Kabupaten Luwu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Muhandas Ulimen.

Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu berharap manfaat Program Jaga Desa benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

“FORDES Matappa harus berani berada di depan, mengawal berbagai program yang telah disepakati bersama, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara
masyarakat, pemerintah, dan perusahaan,” ujar Adnan Pandibu.

Melalui Program Jaga Desa, Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan semakin kuat sehingga pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.