Langkah Awal Produksi, PT BMS Sukses Keluarkan Ferronikel dari Tungku Kedua

Berita, Daerah493 Dilihat

JALURTENGAH.COM, LUWU – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) mencatat tonggak penting dalam pengembangan industri hilirisasi mineral di Kabupaten Luwu. Perusahaan yang berlokasi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua itu sukses melaksanakan tapping pertama atau proses pengeluaran hasil peleburan ferronikel dari tungku kedua, pada Minggu (29/3/2026) pukul 06.45 WITA.

Site Manager PT BMS, Muh. Aldin, menyatakan pencapaian ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam operasional produksi Pabrik 2, khususnya pada sektor peleburan logam.

“Keberhasilan tapping pertama ini menandai bahwa salah satu fase krusial dalam proses produksi telah berjalan sesuai rencana, khususnya di sektor smelting atau peleburan,” kata Aldin.

Aldin menjelaskan, setelah tahap peleburan berhasil dilalui, perusahaan akan melanjutkan target berikutnya pada sektor pemurnian logam. 

“Tahap ini ditujukan untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi berupa nickel matte, yang ditargetkan mulai diproduksi pada pertengahan tahun 2026,” ucapnya.

Menurut Aldin, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak serta kerja keras tim dalam menjalankan proses komisioning pabrik.

“Kami berharap seluruh tahapan produksi dan proses commissioning ke depan dapat terus berjalan lancar dengan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aldin menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program hilirisasi industri nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. 

“Keberadaan smelter ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Luwu,” tuturnya.

Dengan mengusung tagline “Smelter Anak Bangsa”, PT BMS juga menekankan pentingnya peran tenaga kerja lokal dalam operasional perusahaan. Saat ini, sekitar 85 persen tenaga kerja di perusahaan tersebut berasal dari masyarakat lokal Luwu.

“Kami turut berbangga karena kehadiran industri ini tidak hanya mendorong hilirisasi, tetapi juga membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat setempat,” jelasnya.

Pemerintah sendiri terus mendorong pengembangan industri pengolahan dan pemurnian mineral dalam negeri sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional, yang juga sejalan dengan visi pembangunan dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kedepan, keberlanjutan operasional smelter ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama nikel dunia sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri,” terang Aldin.

PT Bumi Mineral Sulawesi (PT BMS) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan mineral, khususnya nikel, dan merupakan bagian dari Kalla Group. 

PT BMS memiliki smelter feronikel yang telah beroperasi dan sedang membangun smelter nikel sulfat untuk baterai. Perusahaan ini juga berkomitmen pada tanggung jawab sosial, seperti penanganan masalah sampah dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui rekrutmen tenaga kerja.