Jaga Stabilitas Lingkar Tambang, Satgas dan PT Masmindo Perkuat Koordinasi Investasi di Luwu

Uncategorized20 Dilihat

uwu, 1 Maret 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi menggelar kegiatan  koordinasi bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA), Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  terkait, Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, serta perwakilan  Human Capital (HC) dari masing-masing kontraktor MDA guna membahas dinamika  yang berkembang di wilayah lingkar tambang. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Satgas dalam memastikan stabilitas sosial  dan keberlanjutan investasi tetap terjaga di Kabupaten Luwu melalui penguatan  koordinasi lintas sektor. 

>

Dalam forum tersebut, Moh. Arsal Arsyad, Kepala Bappelitbangda sekaligus Sekretaris  Satgas Percepatan Investasi, menegaskan bahwa dinamika di lingkar tambang harus  disikapi secara cepat dan terkoordinasi agar tidak berkembang menjadi persoalan  yang lebih luas. 

“Investasi adalah bagian dari pembangunan daerah, namun stabilitas sosial adalah  fondasinya. Karena itu, setiap dinamika di lapangan harus segera dikomunikasikan dan  ditangani bersama, bukan dibiarkan berlarut,” ujar Arsal. 

Ia menambahkan bahwa peran Satgas bukan hanya memastikan kelancaran  administrasi investasi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kepastian usaha  dan kepentingan masyarakat sekitar. 

Dalam kesempatan tersebut, unsur Pokja dan perwakilan Human Capital dari masingmasing kontraktor MDA turut menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di  lapangan, khususnya terkait dinamika ketenagakerjaan dan ekspektasi masyarakat.  

Berbagai masukan konstruktif dihimpun sebagai bagian dari upaya merumuskan  solusi bersama yang lebih sistematis dan terkoordinasi. 

Direktur MDA Erlangga Gaffar menyampaikan bahwa perusahaan memahami  tingginya harapan masyarakat terhadap peluang kerja di proyek tersebut. Namun ia  menegaskan bahwa secara realistis jumlah lowongan yang tersedia tidak akan pernah  dapat memenuhi seluruh kebutuhan tenaga kerja yang ada di sekitar wilayah proyek. 

“Antusiasme masyarakat terhadap peluang kerja di MDA tentu kami pahami dan  hargai. Namun jumlah posisi yang tersedia terbatas dan tidak mungkin  mengakomodasi seluruh kebutuhan tenaga kerja yang ada. Karena itu, kami berharap dukungan semua pihak untuk bersama-sama mengelola ekspektasi ini secara bijak  dan terstruktur serta memastikan proses rekrutmen yang transparan,” ujar Erlangga. 

Ia menambahkan bahwa kontribusi MDA bagi daerah tidak hanya diukur dari jumlah  tenaga kerja yang terserap secara langsung. Investasi yang berjalan juga mendorong  perputaran ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, kontraktor daerah, serta  penyedia barang dan jasa di sekitar wilayah operasional. 

“Kehadiran MDA bukan hanya soal lowongan kerja langsung. Ada perputaran ekonomi  yang tumbuh, kemitraan dengan usaha lokal, serta Program Pengembangan dan  Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang kami jalankan agar manfaat investasi  dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” tambahnya. 

Melalui koordinasi ini, Satgas Percepatan Investasi menegaskan langkah konkret guna  memperkuat koordinasi lintas OPD dan Pokja, serta memastikan setiap dinamika yang  muncul dapat segera direspons secara cepat dan terukur demi menjaga stabilitas  wilayah dan keberlanjutan investasi.

  

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *